Usia II

posted in: Karya | 0

oleh:  Laras Sekar Seruni

subuhku menjelma garis waktu berbaju bayu. tubuhku rindu ditimang ibu. segelintir air mataku melipat gerakan sepenggal fragmen bernama senja yang semakin pelupuk, semakin terpupuk bayang-bayang nirwana.

sedangkan aku hanyalah hitungan angka yang dikunci musim perbani. terlampau ufuk. terlampau hidup.

rebahlah sebentar, merapal kelindan antara waktu dan krisan yang luput dari lilin-lilin penakar rakaat tahajjud di batas rembulan.

(*) Pamulang, 2018
Pojok Literasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *